bisnis yacob

Archive for the ‘Musisi dan Bintang Legendaris’ Category

: Shah Rukh Khan
Petname

: Sharu, The Rukhster
Address

: 603, Amrit Bandra (west), Mumbai 400050
Date of Birth

: 2nd November, 1965
Height

: 5′ 8″
Family

: Wife – Gauri, Two children – Aryan and Suhana, Father – Late Mr Taj Mohammed, Mother – Late Fatima Begum, Sister – Shenaz
Hobbies

: Playing computer games
Debut Film

: Dil Aashna Hai (1991)

Iklan

: Shah Rukh Khan
Petname

: Sharu, The Rukhster
Address

: 603, Amrit Bandra (west), Mumbai 400050
Date of Birth

: 2nd November, 1965
Height

: 5′ 8″
Family

: Wife – Gauri, Two children – Aryan and Suhana, Father – Late Mr Taj Mohammed, Mother – Late Fatima Begum, Sister – Shenaz
Hobbies

: Playing computer games
Debut Film

: Dil Aashna Hai (1991)


Sarkar Raj’ starring Amitabh Bachchan, Abhishek and his wife Aishwarya Rai, got a mixed response, but Jaya loved it.

‘Varma was asked this question at a press conference in Bangkok and he said he has not thought about it. But Jaya in a rare reaction has urged him that he must do a part three, as did a few others. I personally feel he should not. Better for people to say ‘why not’ than ‘why did you’, ‘ Amitabh told.

Incidentally, she is the most outspoken Bachchan of the family who didn’t think Varma’s remaking ‘Sholay’ was a good idea and who was vocal of her opposition to tampering with an invincible classic.

And now Jaya is excited by the idea of a trilogy in the ‘Sarkar’ series. The latest political thriller ends with the death of Abhishek’s character.

The third part would probably show the senior Bachchan taking charge of the family empire again, with his elder son’s child manoeuvring the Nagre empire by his grandpa’s side. Kay Kay Menon played the elder son in the first part.

Incidentally, the director had thought about another sequel even while ‘Sarkar Raj’ was in post-production.


Sarkar Raj’ starring Amitabh Bachchan, Abhishek and his wife Aishwarya Rai, got a mixed response, but Jaya loved it.

‘Varma was asked this question at a press conference in Bangkok and he said he has not thought about it. But Jaya in a rare reaction has urged him that he must do a part three, as did a few others. I personally feel he should not. Better for people to say ‘why not’ than ‘why did you’, ‘ Amitabh told.

Incidentally, she is the most outspoken Bachchan of the family who didn’t think Varma’s remaking ‘Sholay’ was a good idea and who was vocal of her opposition to tampering with an invincible classic.

And now Jaya is excited by the idea of a trilogy in the ‘Sarkar’ series. The latest political thriller ends with the death of Abhishek’s character.

The third part would probably show the senior Bachchan taking charge of the family empire again, with his elder son’s child manoeuvring the Nagre empire by his grandpa’s side. Kay Kay Menon played the elder son in the first part.

Incidentally, the director had thought about another sequel even while ‘Sarkar Raj’ was in post-production.


bruce lee (Jeet Kune Do)

1. Air adalah zat terlembut yang ada didunia ini, tapi ia dapat melebur batu yang paling keras sekalipun, seperti batu granit. Air itu juga kokoh, maksudnya air tidak dapat mungkin digenggam. Siapapun tak dapat memukul atau menghancurkan air. Semua Kung Fu mencoba melakukan seperti itu. Lembut seperti air tapi sesuai untuk menghadapi lawan.
2. Jangan gunakan jalan sebagai jalan,jangan punyai batas sebagai batas
3. Menyelesaikan sendiri segala permasalahan, mengembangkan diri dan kepercayaan diri untuk membebaskan dari rantai batas
4. Rahasia sukses seni bela diri adalah kemauan berlatih keras untuk meningkatkan kemapuan
5. Kosongkan pikiran, hilangkan bentuk seperti air
D (Jeet Kune Do)

1. Air adalah zat terlembut yang ada didunia ini, tapi ia dapat melebur batu yang paling keras sekalipun, seperti batu granit. Air itu juga kokoh, maksudnya air tidak dapat mungkin digenggam. Siapapun tak dapat memukul atau menghancurkan air. Semua Kung Fu mencoba melakukan seperti itu. Lembut seperti air tapi sesuai untuk menghadapi lawan.
2. Jangan gunakan jalan sebagai jalan,jangan punyai batas sebagai batas
3. Menyelesaikan sendiri segala permasalahan, mengembangkan diri dan kepercayaan diri untuk membebaskan dari rantai batas
4. Rahasia sukses seni bela diri adalah kemauan berlatih keras untuk meningkatkan kemapuan
5. Kosongkan pikiran, hilangkan bentuk seperti air
Bruce Jun Fan Lee (Hanzi: 李振藩; Pinyin: Lǐ Zhènfán; 27 November 1940 – 20 Juli 1973) adalah aktor bela diri Amerika Serikat kelahiran Tiongkok.
dari wikipedia


bruce lee (Jeet Kune Do)

1. Air adalah zat terlembut yang ada didunia ini, tapi ia dapat melebur batu yang paling keras sekalipun, seperti batu granit. Air itu juga kokoh, maksudnya air tidak dapat mungkin digenggam. Siapapun tak dapat memukul atau menghancurkan air. Semua Kung Fu mencoba melakukan seperti itu. Lembut seperti air tapi sesuai untuk menghadapi lawan.
2. Jangan gunakan jalan sebagai jalan,jangan punyai batas sebagai batas
3. Menyelesaikan sendiri segala permasalahan, mengembangkan diri dan kepercayaan diri untuk membebaskan dari rantai batas
4. Rahasia sukses seni bela diri adalah kemauan berlatih keras untuk meningkatkan kemapuan
5. Kosongkan pikiran, hilangkan bentuk seperti air
D (Jeet Kune Do)

1. Air adalah zat terlembut yang ada didunia ini, tapi ia dapat melebur batu yang paling keras sekalipun, seperti batu granit. Air itu juga kokoh, maksudnya air tidak dapat mungkin digenggam. Siapapun tak dapat memukul atau menghancurkan air. Semua Kung Fu mencoba melakukan seperti itu. Lembut seperti air tapi sesuai untuk menghadapi lawan.
2. Jangan gunakan jalan sebagai jalan,jangan punyai batas sebagai batas
3. Menyelesaikan sendiri segala permasalahan, mengembangkan diri dan kepercayaan diri untuk membebaskan dari rantai batas
4. Rahasia sukses seni bela diri adalah kemauan berlatih keras untuk meningkatkan kemapuan
5. Kosongkan pikiran, hilangkan bentuk seperti air
Bruce Jun Fan Lee (Hanzi: 李振藩; Pinyin: Lǐ Zhènfán; 27 November 1940 – 20 Juli 1973) adalah aktor bela diri Amerika Serikat kelahiran Tiongkok.
dari wikipedia


Awal karir Benyamin Sueb

Kesuksesan dalam dunia musik diawali dengan bergabungnya Benyamin dengan satu grup Naga Mustika. Grup yang berdomisili di sekitar Cengkareng inilah yang kemudian mengantarkan nama Benyamin sebagai salah satu penyanyi terkenal di Indonesia.

[sunting] Duet dengan Ida Royani

Selain Benyamin, kelompok musik ini juga merekrut Ida Royani untuk berduet dengan Benyamin. Dalam perkembangannya, duet Benyamin dan Ida Royani menjadi duet penyanyi paling popular pada zamannya di Indonesia. Bahkan lagu-lagu yang mereka bawakan menjadi tenar dan meraih sukses besar. Sampai-sampai Lilis Suryani salah satu penyanyi yang terkenal saat itu tersaingi.

Orkes Gambang Kromong Naga Mustika dilandasi dengan konsep musik Gambang Kromong Modern. Unsur-unsur musik modern seperti organ, gitar listrik, dan bass, dipadu dengan alat musik tradisional seperti gambang, gendang, kecrek, gong serta suling bambu.

Setelah Orde Lama tumbang, yang ditandai dengan munculnya Soeharto sebagai presiden kedua, musik Gambang Kromong semakin memperlihatkan jatidirinya. Lagu seperti Si Jampang (1969) sukses di pasaran, dilanjutkan dengan lagu Ondel-Ondel (1971).

Lagu-lagu lainnya juga mulai digemari. Tidak hanya oleh masyarakat Betawi tetapi juga Indonesia. Kompor Mleduk, Tukang Garem, dan Nyai Dasimah adalah sederetan lagunya yang laris di pasaran. Terlebih setelah Bang Ben berduet dengan Bing Slamet lewat lagu Nonton Bioskop, nama Benyamin menjadi jaminan kesuksesan lagu yang akan ia bawakan.

[sunting] Paska duet dengan Ida Royani

Setelah Ida Royani hijrah ke Malaysia tahun 1972, Bang Ben mencari pasangan duetnya. Ia menggaet Inneke Koesoemawati dan berhasil merilis beberapa album, di antaranya “Nenamu” dengan tembang andalan seperti Djanda Kembang, Semut Djepang, Sekretaris, Penganten Baru dan Pelajan Toko.

[sunting] Dunia film

Lewat popularitas di dunia musik, Benyamin mendapatkan kesempatan untuk main film. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Beberapa filmnya, seperti Banteng Betawi (1971), Biang Kerok (1972), Intan Berduri serta Si Doel Anak Modern (1976) yang disutradari Syumanjaya, semakin mengangkat ketenarannya. Dalam Intan Berduri, Benyamin mendapatkan piala Citra sebagai Pemeran Utama Terbaik.

[sunting] Akhir karir

Pada akhir hayatnya, Benyamin juga masih bersentuhan dengan dunia panggung hiburan. Selain main sinetron/film televisi (Mat Beken dan Si Doel Anak Sekolahan) ia masih merilis album terakhirnya dengan grup Rock Al-Haj bersama Keenan Nasution. Lagu seperti Biang Kerok serta Dingin-dingin menjadi andalan album tersebut.Meninggal dunia

Benyamin yang telah empat belas kali menunaikan ibadah haji ini meninggal dunia setelah koma beberapa hari seusai main sepak bola pada tanggal 5 September 1995, akibat serangan jantung. Benyamin dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Ini dilakukan sesuai wasiat yang dituliskannya, agar dia dimakamkan bersebelahan dengan makam Bing Slamet yang dia anggap sebagai guru, teman, dan sosok yang sangat mempengaruhi hidupnya.

from wikipedia